Monday, February 13, 2012

Pancake

Resep pancake ini sebenarnya udah pernah kuposting di sini di tahun 2006 *hehe jadul yak*, tapi kuposting ulang di blog ini. Karena udah cocok ama rasanya dan lumayan bisa jadi obat lapar saat lazy friday. Bikinnya pun ga pake lama. Bahkan pernah penasaran beli pancake mix punya be**y cr**ker, ujung-ujungnya balik ke resep majalah santap ini. Yummy dinikmati bersama es krim, maple sirup, selai coklat atau selai favorit lainnya.

pancake


Pancake
Sumber: Majalah Santap


Ingredients:
Dalam mangkuk campur:
250 ml buttermilk
165 gr tepung terigu serbaguna
2 sdm gula pasir
2 sdt baking powder
1/4 sdt garam

Tambahkan :
2 sdm mentega cair
1 btr telur, kocok lepas


Directions:
- Campurkan bahan2 dlm mangkuk sambil diaduk dng whisk sampai tercampur rata.
- Tuang mentega dan telur kedalam adonan, aduk rata, diamkan selama 15 menit sebelum dimasak.
- Panaskan wajan teflon kecil, olesi sedikit mentega, tuang adonan kira2 1~2 sendok sayur.
- Biarkan pancake sampai mengeluarkan gelembung2 kecil dan permukaannya kering
- Balik dan masak sampai kecoklatan , angkat.
- Pancake bisa disajikan dengan :
* syrup maple/syrup strawberry / syrup coklat / madu
* Tambahkan potongan buah segar, seperti strawberry, kiwi atau buah kalengan
* Beberapa scoope ice cream
* Ditaburi gula bubuk atau keju parut aja juga oke

pancake

Tips :
- Bila buttermilk sukar diperoleh, coba buat sendiri dengan bahan berikut :
* 250 ml susu cair
* 1/2 sdm vinegar (cuka makan)
diamkan selama 10 menit sampai susu menggumpal
- Jika pancake kurang tebal, tambahkan 1-2 sdm tepung terigu.
- Jika terlalu tebal, tambahkan 1-2 sdm susu/ air.Link

Monday, January 30, 2012

KBB#27: Fortune Cookies

Fortune Cookie
Source: http://chinesefood.about.com


Fortune cookies can be tricky to make - it's important to make sure that the cookie batter is spread out evenly on the baking sheet. Instead of using the back of a wooden spoon to spread the batter, it's better to gently tilt the baking sheet back and forth as needed. Wearing cotton gloves makes it easier to handle and shape the hot cookies. This fortune cookie recipe makes about 10 cookies.

Prep Time: 15 minutes

Cook Time: 15 minutes

Total Time: 30 minutes

fortune cookies
Ingredients:
2 large egg whites

1/2 teaspoon pure vanilla extract

1/2 teaspoon pure almond extract

3 tablespoons vegetable oil
8 tablespoons all-purpose flour
1 1/2 teaspoons cornstarch

1/4 teaspoon salt

8 tablespoons granulated sugar

3 teaspoons water



Preparation:
1. Write fortunes on pieces of paper that are 3 1/2 inches long and 1/2 inch wide. Preheat oven to 300 degrees Fahrenheit. Grease 2 9-X-13 inch baking sheets.

2. In a medium bowl, lightly beat the egg white, vanilla extract, almond extract and vegetable oil until frothy, but not stiff.

3. Sift the flour, cornstarch, salt and sugar into a separate bowl. Stir the water into the flour mixture.

4. Add the flour into the egg white mixture and stir until you have a smooth batter. The batter should not be runny, but should drop easily off a wooden spoon.
Note: if you want to dye the fortune cookies, add the food coloring at this point, stirring it into the batter. For example, I used 1/2 teaspoon green food coloring to make green fortune cookies.
5. Place level tablespoons of batter onto the cookie sheet, spacing them at least 3 inches apart. Gently tilt the baking sheet back and forth and from side to side so that each tablespoon of batter forms into a circle 4 inches in diameter.

6. Bake until the outer 1/2-inch of each cookie turns golden brown and they are easy to remove from the baking sheet with a spatula (14 - 15 minutes).

7. Working quickly, remove the cookie with a spatula and flip it over in your hand. Place a fortune in the middle of a cookie. To form the fortune cookie shape, fold the cookie in half, then gently pull the edges downward over the rim of a glass, wooden spoon or the edge of a muffin tin. Place the finished cookie in the cup of the muffin tin so that it keeps its shape. Continue with the rest of the cookies



Thursday, January 26, 2012

Crunchy almond chocolate chip cookies

Di rumah, krucils seneng banget ama kukis. Seperti anak-anak pada umumnya, favorit mereka chocolate chip cookies. Udah nyoba beberapa resep, dan ini salah satu yang cocok. Tanpa almond dan dengan almond sama-sama okenya. Resep asli dari mbak Regina, tapi di bawah ini aku copy resep dari mbak Sylvie yang udah dikurangi takaran gula dan dan udah dialih bahasa.

almond chocolate chip cookies

Crunchy almond chocolate chip cookies


Bahan:

116 gr unsalted butter

90 gr gula kastor

70 gr brown sugar

1 butir telur

½ sdt vanili

125 gr terigu protein sedang

100 gr oatmeal blender halus

½ sdt soda kue

½ sdt baking powder

½ sdt garam

200 gr chocolate chips

almond slice, sesuai selera, diremas


Cara membuat :

  1. Kocok butter, gula kastor dan gula palem dalam kom mixer sampai lembut dan pucat.
  2. Masukkan telur dan vanili, kocok terus sampai lembut.
  3. Masukkan campuran terigu, oatmeal, baking powder, soda kue dan garam sambil dimixer speed terendah. Aduk rata
  4. Campurkan chocolate chip dan almond dalam adonan, aduk menggunakan spatula.
  5. Ambil adonan ½ sdt. Bulatkan menggunakan 2 buah sendok teh. Tata di loyang yang dialasi kertas lilin berselang-seling. Beri jarak yang cukup
  6. Oven selama 15 menit, kalo di oven rumah sekitar 150 derajat celcius

Monday, November 28, 2011

KBB#26: Panettone


Seru memang bergabung di klub berani baking, tiap tantangan membawa ceritanya masing-masing. Ada senengnya dan ada ketar ketirnya (klo dikerjain mepet deadline seperti tantangan kali ini). Jadi awalnya aku pikir bahan udah ada semua dan bisa bikin sewaktu-waktu, ternyata pas mo bikin (tgl 27) ternyata ada bahan yang kurang. Kuundur satu hari dengan harap-harap cemas klo gagal bisa-bisa bahaya karena mepet banget ama deadline.
Akhirnya aku bikin tgl 28. Pas bikin juga agak ragu jadinya bakalan seperti cake atau roti, ya sudah diikutin aja instruksinya. Pas udah selesai ngulenin, sambil tunggu ngembang, aku tinggal ke spm deket rumah buat beli candied peel. Ternyata oh ternyata pas ke spm nemu panettone, harganya 10 dhs-an, untuk satu ukuran muffin cuman lebih mumbul. Karena penasaran seperti apa rasanya, aku beli tuh panettone. Ternyata saudara-saudara, teksturnya lebih ke roti dengan serat-seratnya yang besar dan keliatan banget (walau di gambar kemasannya lebih mirip cake). Dan isinya hanya raisin, ga ada currant apalagi candied peel. Hehehe.... coba ga jadi anggota KBB pasti ga kepikiran untuk nyobain panettone apalagi ngebakingnya:)


Kembali ke adonanku yang lagi nunggu ngembang, ternyata lha kok lebih mirip muffin daripada ruti. Akhirnya adonan itu pun kulempar ke frezzer, ga tega klo langsung dilempar ke tong sampah dan mulai lagi dari baru dengan semangat membuat roti *jiahh.* Semangat dikumpulkan kembali dan untuk yang kedua aku dah ga sabar klo musti ngulenin pake tangan, jadi aku ulenin pake hand mixer sampe kalis. Ternyata Alhamdulillah dengan menambahkan cairan yaitu susu kalislah adonan dan berserat seperti ruti..... yihaaa:) Bikin setengah resep jadi 3 loyang ramekin kecil yang tinggi. Si adik nyobain dan dia bilang, "I like it original, without lemon and raisins." Klo aku justru suka harumnya lemon dan buah-buahan kering di dalamnya. Alamat nih... udah ketahuan bakalan kemana tuh larinya panettone:)

panettone1


Sejarahnya adalah :
Roti Italia yang bersejarah, dihiasi dengan buah-buahan mungil bak permata seperti citrus dan raisin, pertama kali dibuat di Milan sekitar tahun 1490. Roti ini kemudian secara cepat menyebar ke seantero Italia, dari pegunungan Alpen di Utara, hingga ke Sisilia di Selatan. Cerita legenda yang populer adalah mengenai asal usul dari panettone.

Cerita yang paling populer adalah cerita tentang bangsawan muda yang jatuh cinta kepada seorang anak peremepuan dari seorang chef pastry bernama Toni. Untuk memberi kesan kepada ayah dari perempuan yang dia cintai, pemuda tersebut menyamar menjadi chef pastry junior yang sedang magang, yang lalu menciptakan roti berbentuk kubah (dome) yang manis dengan rasa khas. Roti rasa baru ini laku keras, orang berbondong-bondong antri di toko roti tersebut untuk membeli roti pan de Toni.

Di Milan, para pengusaha memiliki kebiasaan untuk memberikan roti panettone sebagai kado natal kepada klien-klien mereka. Namun, jauh sebelumnya, panettone dikenal sebagai makanan mewah, yang tidak semua orang mampu membelinya. Hingga pada suatu saat, tehnik-tehnik produksi baru bisa menekan biaya produksi sehingga membuat panettone bisa terjangkau semua orang. Sebuah proses yang mengkombinasikan ragi dengan paper mould akan membuat ragi merata di adonan roti sehingga menjadi roti yang sangat ringan. Saat ini panettone, dikenal di seluruh dunia dengan berbagai variasi, dengan diisi krim, ditutup dengan coklat dan icing almond. Roti ini dijual dalam kemasan cantik.

Panettone dapat dinikmati dengan seribu satu cara, dipotong tipis atau tebal, disiram dengan berbagai saus, diisi atau ditutup dengan krim. Sangat cocok sekali di toasted untuk sarapan pagi, dicelup ke susu dingin atau panas, hingga melunak. Panettone bukan hanya tradisi natal, tapi juga pelengkap yang lezat untuk hidangan yang nikmat.

Panettone (traditional Italian christmas bread)

Source: The Worldwide Gourmet

Bahan :

1 ½ cakes of fresh bakers yeast (ragi)

65 ml (1/4 cup) gula

6 tbsp air hangat

6 kuning telur

Lemon zest dari 1 buah lemon

Sejumput garam

500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu

100 ml (6 sdm) potongan candied peel

100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega

4 sdm sultana,
4 sdm currant (beri berian :P)
1 sdt vanilla


Cara Membuat :
Masukan 1 sdm gula dan ragi kedalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian mix dan istirahatkan ditempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit.

Masukan campuran tersebut kedalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula.
Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan.
Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.
Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket. Letakan adonan diatas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit.
Setelah adonan lebih lembut masukan kedalam wadah yang telah di olesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakan ditempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.

Kempiskan adonan, tambakan candied lemon peel, kismis dan currants kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata.
Taruh kertas roti yang telah di olesi butter dua sisinya dalam loyang besar, masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya.
Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang, Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter diatas adonan tersebut.
Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius (400 derajat F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 derajat celcius (350 derajat F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan krispy.
Angkat dari oven dan biarkan selama 15 menit kemudian keluarkan dari loyang.

panettone

Huhuuuy.... dapet juga logo lulus. Makasih duo host pink, buketupink Lina dan mbak Elsye untuk logo lulusnya:)

Thursday, November 24, 2011

Bolu kukus

bolu kukus


Di rumah, krucils doyan banget ama bolu kukus. Sekali angkat dari kukusan, masing-masing bisa habis 3-4....hmm. Aku juga suka bikinnya karena tinggal dimix semua jadi satu. Yang bikin agak lama cuman ngukusnya yang musti dikit-dikit.
Sebelum ketemu resep yang ini, aku biasa pake resep blogku yang lama. Sama simplenya, sama oke hasilnya, bedanya cuman yang ini manisnya lebih pas buat aku dan air sodanya cukup 1 kaleng, ga nyisa ga kurang:) Ohya, jangan lupa pake api besar dan lapisi tutup kukusan dengan serbet bersih.

BOLU KUKUS MEKAR
By. Fatmah Bahalwan

Bahan :
225 gr gula pasir
2 btr telur
1 sdt cake emulsifier
250 gr tepung terigu
1 sdt baking powder (vi: ga pake)
150 ml air soda (sprite)

Cara membuat :
Siapkan cetakan bolu kukus, alasi dengan cup casesnya. Panaskan kukusan, biarkan uapnya banyak.
Campur semua bahan menjadi satu, kocok selama 10 menit hingga kental.
Ambil 4 sdm beri pasta pandan, aduk rata.
Tuangi cetakan dengan adonan 3/4 penuh, beri atasnya dengan adonan berwarna.
Kukus selama 20 menit.

Friday, November 18, 2011

IDFB2: Kolak biji salak

Indonesia memang kaya dengan keanekaragaman kuliner. Tiap daerah memiliki kekhasannya masing-masing. Dan buat kami bikin jajanan tradisional bisa jadi obat kangen sekaligus memperkenalkan pada anak-anak makanan tradisional Indonesia. Jadi anak-anak tidak hanya mengenal samosa, tiramisu, hummus, zataar tapi juga gemblong, pukis, cilok, rengginang dll.

Nah posting ini sekaligus ikut meramaikan event yang diadakan Indonesian foodblogger di sini. Semoga jajanan tradisional Indonesia makin populer:)

Lagi punya ubi jalar yang udah semingguan di kulkas. Biasanya cuman aku kukus aja, lumayan buat tambahan serat. Tapi karena lagi bosan ama ubi kukus jadi dibuat kolak biji salak saja.

Dulu si bibi, ART saat di Ind, klo bikin biji salak tinggal aduk ubi jalar kukus dengan tepung tapioka sampe bisa dibentuk. Tapi karena aku dulu pernah bikin bubur candil (masih sodara ama biji salak) dan di rumah ga ada yang mau, jadi pengen cari resep yang aman.

Browsing cari resep biji salak, hatiku berlabuh *jiaahh* di blog mbak Elsye dengan fotonya yang selalu mempesona. Alhamdulillah cocok. Kenyal, manis dan gurih. Anak-anak yang anti sama ubi jalar pun, setelah disulap jadi bubur biji salak jadi ga anti lagi. Makasih mbak Elsye:) Berikut kupipes resep dari mbak Elsye...

Kolak biji salak

KOLAK BIJI SALAK
Sumber : Booklet Majalah Kartini via Lia

Bahan :
500 gr ubi jalar
200 gr tepung kanji
4 gelas santan dari 1/2 butir kelapa
250 gr gula merah (atau disesuaikan dengan kemanisan yang diinginkan)
2 lembar daun pandan
1 sdt garam

Cara Membuat :
1. Rebus ubi jalar bersama kulitnya, setelah masak kupas dan haluskan
2. Campur ubi yang sudah dihaluskan dengan tepung kaji kemudian aduk sampai jadi adonan yang mudah dibentuk.
3. Buat bulatan sebesar kelereng
4. Didihkan air dalam panci, masukan bulatan ubi kedalam air yang mendidih, angkat ubi jika sudah mengapung dan sisihkan.
5. Rebus 1/2 gelas santan dan beri garam sedikit.
6. Rebus sisa santan, gula, pandan dan garam. Didihkan kemudian saring dan kentalkan dengan sedikit air kanji.
7. Masukan bulatan-bulatan ubi, kemudian sajikan dengan santan.

Wednesday, October 19, 2011

Wingko

Wingko

Dulu pas masih tinggal di tanah air, klo lagi pengen wingko biasanya nunggu dapet oleh-oleh dulu dari teman atau saudara yang melintas di Lamongan atau Semarang. Walau kadang ga sesuai bayangan juga, wadah kertasnya gede ternyata isinya kecil udah gitu kadang kering (kalo ga mau dibilang udah jamuran). Begitu tinggal di luar klo lagi pengen wingko mau ga mau musti bikin sendiri daripada ngences tiada ujung. Udah nyoba wingko versi ndeso yang tanpa telur dan mentega, juga pernah coba yang dengan telur dan mentega. Dua-duanya oke menurutku, tinggal disesuaikan dengan selera. Foto di atas wingko yang pake telur dan mentega, sumber aslinya dari dapur mbak Herti tapi aku pake yang udah dimodifikasi di pawon mbak Ike. Thanks ibu-ibu baik hati untuk sharing resepnya :)

Wingko
Bahan:
200 gr tepung ketan
50 gr tepung kanji
350 gr gula pasir
250 gr kelapa muda parut
1/2 sdm garam
50 gr margarine, cairkan
250 cc santan kental
1 btr telur, kocok lepas

Olesan:
1 kuning telur

Cara membuat:
Alasi loyang 24x24 cm dengan alumunium foil, olesi margarine.
Campur tepung ketan, tepung kanji, gula pasir, kelapa dan garam.
Campur santan, margarine dan telur, tuangkan dalam adonan tepung.
Aduk rata, tuang dalam loyang.
Bakar dengan suhu 180C selama 30-45 menit.
Olesi permukaannya dengan kuning telur, kemudian bakar kembali 5-10 menit sampai kecoklatan. Bila menginginkan efek lebih kecoklatan di dua permukaan (atas dan bawah), bakar sesaat dengan api atas.