Showing posts with label kbb. Show all posts
Showing posts with label kbb. Show all posts

Friday, May 30, 2014

KBB#40: Shepherd's Pie

Rada lega juga pas baca surcin tantangannya bikin shepherd's pie, pertama karena emang ga pernah bikin. Sebelumnya yang pernah bikin model pastel tutup dengan isian ayam. Yang bikin lega berikutnya karena tugasnya masak dan ga butuh waktu terlalu lama...siip. Tapi teteeup, pengerjaannya semingguan sebelum deadline dan bikin laporan pas last minutes, maafkeun saya ya bu host mbak Widya dan mbak Ambar:)
 
Pada tantangan KBB kali ini, untuk mashed potatonya saya bikin satu resep tetapi untuk filling-nya hanya setengah resep karena memang kurang suka ama daging domba apalagi dicincang. Filling dibikin sesuai dengan bahan yang ada di rumah. Alhamdulillah anak-anak lumayan suka, apalagi mashed potatonya... nyuuss. Berikutnya jadi penasaran bikin gravy seperti yang di rumah makan fast food itu karena tiap ke sana pesanan anak-anak selalu mashed potato & gravy. Klo ga nyobain resep KBB ini ga tergerak juga buat mashed potato sendiri, padahal ga ribet... Makasiiih KBB:)
 
 

Shepherd's Pie
Sumber:
The Cooking Book  - DK
Bahan:
750 gr    daging domba, cincang/potong kecil
2 sdm    minyak
1 bh       bawang bombay besar, potong
1 siung  bawang putih, geprek
2 bh       wortel, potong dadu
90 ml     dry red wine (vivi: ga pake)
2 sdm    tepung terigu
250 ml   kaldu domba
1 sdm    Worcestershire sauce
2 sdm    flat-leaf parsley, potong
1 sdm    rosemary, potong
garam
black pepper, freshly ground
Bahan mashed potato & leek:
900 gr    floury potato, mis: King Edward, kupas
2 bh       leek ukuran besar, belah dua, iris
60 gr      butter
150 mL  susu, hangatkan
 
Cara:
1. Membuat mashed potato & leek:
Potong kentang, masukkan ke panci. Isi air hingga terendam, didihkan. Didihkan selama 12 menit, masukkan leek, masak kembali selama 5 menit atau hingga kentang matang, tiriskan.
2. Hancurkan/lembutkan kentang dan leek. Masak kembali dengan api kecil. Masukkan butter dan susu, beri garam dan black pepper. Panaskan oven hingga 200oC.
3. Membuat filling:
Jika menggunakan daging cincang, tumis dengan api sedang-panas selama 5 menit hingga agak kecoklatan. Buang lemak yang meleleh, sisihkan daging.
4. Menggunakan wajan yang sama, panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih selama 3-5 menit atau hingga lunak, kemudian tambahkan wortel. Masukkan daging yang ditumis atau daging potong. Aduk rata.
5. Tambahkan wine, naikkan panas  dan masak selama 2-3 menit. Masukkan tepung jika wine sudah menguap. Masukkan kaldu, Worcestershire sauce, parsley, rosemary, garam, black pepper. Masak hingga mendidih, kecilkan api dan masak selama 5 menit.
6. Pindahkan filling ke pinggan tahan panas (ovenproof dish) dan tutupi dengan mashed potato. Letakkan pinggan di loyang, panggang selama 30 menit.


Tuesday, July 30, 2013

KBB #35: Basic White

Tantangan KBB kali ini kubikin sehari sebelum mudik. Jadi rada ga konsen ngerjainnya karena disambi packing, beberes, siapin buka puasa. Untungnya pr kali ini ga gitu ribet, dan sebelumnya PR KBB ada yang mirip ini jadi udah ada gambaran. Bahannya simple, putih telur dan gula, tinggal kocok bentar dan masukin oven yang lamaa. Siapin topping dan jepret:) Sebenarnya ada 2 pilihan resep untuk KBB kali ini, yaitu classic pavlova dan meringue roulade, dan aku pun memilih yang ga ribet aja *cariamandotkom.* Untuk topping, buah yang aku pake strawberry, cherry ama kiwi.

Review: bikin 3/4 resep, hasil jadinya lingkaran dengan diameter 18 cm. Tekstur yang didapet pas, yaitu crispy diluar, lembut di luar. Mungkin karena buah yang kupakai manis, jadi walau gulanya udah kukurangi 20% menurutku hasil akhirnya masih terlalu manis. Bukan favorit tapi termasuk resep yang worth to try:)


Berdasarkan wikipedia:
Pavlova is a meringue-based dessert named after the Russian ballet dancer Anna Pavlova. The dessert is believed to have been created in honour of the dancer either during or after one of her tours to Australia and New Zealand in the 1920s. The nationality of its creator has been a source of argument between the two nations for many years, but formal research indicates New Zealand as the source
The dessert is a popular dish and an important part of the national cuisine of both countries, and with its simple recipe, is frequently served during celebratory and holiday meals. It is a dessert most identified with the summer time, but is eaten all year round in many Australian and New Zealand homes.

Classic Berry Pavlova
Sumber: ABC Delicious: Sweets
4 butir putih telur dalam suhu ruangan
250 gram gula caster
2 sendok teh tepung maizena
1 sendok teh cuka anggur putih (vi: diganti air lemon)
½ sendok teh ekstrak vanilla
2 x 125 gram raspberry
125 gram blueberry
250 gram strawberry, buang kelopaknya, iris
300 mililiter krim kental
5 sendok makan gula icing

Panaskan oven suhu 150C. Alasi loyang dengan baking paper dan gambar lingkar 22cm.

Kocok putih telur dengan sejumput garam menggunakan mixer elektrik hingga pucuk tumpul. Masukkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok, hingga adonan mengkilat dan stiff. Masukkan tepung maizena, cuka dan vanilla, aduk rata.

Gunakan sendok besar (atau spatula), tumpuk adonan meringue ke atas gambar lingkar di atas baking paper, lalu buatlah semacam lekukan di tengah adonan meringue menggunakan punggung sendok.

Masukkan dalam oven dan segera turunkan suhu oven ke 100C. Panggang selama 2 ½ jam hingga kulit pavlova mengering. Biarkan di dalam oven hingga pav dingin.

Masukkan satu bagian dari raspberry ke dalam blender dengan 3 sendok makan gula icing, proses sampai lembut. Saring dan buang bijinya.

Kocok krim dengan sisa gula icing hingga pucuk tumpul. Isi bagian tengah pavlova dengan krim kocok dan tabur dengan buah-buahan berry. Sendokkan saus raspberry ke atas susunan buah-buahan, hidangkan segera.


Thursday, May 30, 2013

KBB #34: Made in Indonesia - Bika Ambon

Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional tantangan KBB kali ini adalah kue tradisional. Serem serem nikmat pas baca surtjin KBB#34 ini. Gimana ga serem, bikin bika ambon udah terkenal agak tricky. Aku sendiri sebelum tantangan ini kurleb 3 kali bikin belum dapet hasil yang memuaskan. Kadang klo dingin keras, pernah tak berserat, tak mengembang atau bantat. Jadi begitu tantangan kbb kali ini adalah bika ambon, ada harapan menuntaskan rasa penasaranku.
Baca resepnya lumayan, bahan mudah ditemui di sini. Walau air kelapa kalengan, mudah2an bisa, tepung tapioka juga adanya thailand punya. Gak punya pandan jadi skip pandan. Santan aku pake yang segar dari parutan kelapa. Walau banyak cucian piring, tak apalah, demi cintaku padamu kuliner indonesia...*ciyee ciyee*.
Setelah aku baca-baca penjelasan mbak Rachmah di milis, ternyata untuk pemanggangan bika ambon ini seharusnya memakai api bawah. Pantesan.... ketahuan kenapa sebelum ada tantangan ini bika ambonku selalu gagal. Klo aku manggang di atas kompor hasil kuenya bisa bersarang, tapi klo aku panggang di oven sarangnya ga muncul. Itu karena oven yang kupakai adalah kompor listrik dengan panas yang merata, bukan hanya dari bawah.  Hehe, aku pikir dulu ga bersarang karena musti pake tuak.
 
Untuk peer ini aku sempet bikin 2 kali @setengah resep. Percobaan pertama aku pake loyang muffin (hasil jadi 10) di atas cast iron grill pan, pake adegan dikeplok-keplok dulu alhamdulillah berserat, bawahnya ga (begitu) gosong.
Percobaan kedua aku pake loyang loaf, tanpa adegan keplok2 cukup dikeplokin mixer, syukur jadi juga. Sayangnya bawahnya gosong, tapi bisa dibuang. Saat itu loyang ga kulapisi kertas roti jadi lumayan susah ngluarin dari loyangnya. Yang aku masih penasaran bagaimana jadinya klo pake air biasa aja dan pake santen bubuk yang dicairkan, apakah hasilnya bisa tetep bagus (PR ku selanjutnya).
Secara keseluruhan, cocok sekali dengan resep ini. Terima kasih KBB dan mbak Rachmah, resepnya mantep banget. Hasil akhirnya enak, lembut, walau udah dingin juga masih lembut. Sukses selalu KBB dan maju selalu untuk kuliner Indonesiaa!! .... cinta cinta cinta Indonesia:)


KBB#34: Made in Indonesia

BIKA AMBON
by Rachmah Setyawati

Bahan Biang :
50 gr Tepung Terigu
20 gr Ragi
25 gr Gula Pasir
3 gr Garam Halus
100 ml Air Kelapa

Bahan lainnya :
250 gr Tepung Tapioka/Kanji
12 butir kuning telur
4 butir putih telur
275 gr Gula Pasir

Bahan Cair :
500 ml Santan mentah kental (dari 2 butir kelapa utuh)
2 gr Garam halus
3 btg Serai
8 lbr daun jeruk (buang tulang daunnya)
2 lbr daun pandan


Cara membuat :
1. Aduk bahan biang. Taruh dlm baskom ragi instant, tepung terigu, lalu gula pasir dan garam halus. Tuangi air kelapa, uleni /aduk dengan tangan hingga merata, lalu tutup baskom dengan lap/plastik wrap, diamkan hingga 30-45 menit. Biarkan hingga adonan biang mengembang.
2. Sambil menunggu adonan biang mengembang, masak santan kental beserta garam halus, serai, daun jeruk dan daun pandan , hingga panas saja (tidak sampai mendidih). Sisihkan , biarkan dingin suhu ruang.
3. Kocok semua telur dan gula pasir hingga mengental. Kemudian ambil adonan biang, campurkan dengan tepung tapioka/kanji, aduk menggunakan tangan merata. Lalu tambahkan adonan telur kental tadi ke dalamnya sedikit demi sedikit sambil terus diaduk tangan. Gerakkan telapak tangan naik turun saat mengaduknya (dikeplok-keplok), hingga tercampur merata semua adonan. Kemudian masukkan santan kental yang sudah disaring terlebih dahulu. Aduk rata kembali menggunakan tangan,dgn cara yg sama dikeplok-keplok hingga adonan tercampur rata dengan tekstur yg halus (sekitar hampir 20menit), kemudian diamkan adonan ini hingga 3 jam (tutup atas dgn lap/plastic wrap).
4. Setelah 3 jam, olesi tipis2 seluruh permukaan loyang dgn minyak goreng. Alasi permukaan dasar loyang dgn kertas roti dan poles lagi minyak goreng.
5. Panaskan oven dengan panas sedang (sekitar 160 derajat celcius) - api bawah saja. Letakkan sejenak loyang tadi sekitar 15 menit di dalam oven, kemudian keluarkan dan tuang adonan ke dalam loyang.

 6. Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven, panggang di rak paling bawah, buka sedikit pintu oven , hanya hingga adonan bika ambon dlm loyang sudah terlihat berlubang2 permukaan atasnya (pertanda sudah mulai terbentuk serat pd adonan bika ambon, baru kemudian tutup pintu oven , lanjutkan pemanggangan hingga matang sempurna, sekitar 40-50menit.  Lakukan tes tusuk untuk lebih menyakinkan apakah kue sdh matang sempurna.
Setelah matang, matikan api bawah oven,
Lalu nyalakan api atas, panggang sejenak/hingga permukaan bika ambon terlihat lebih kecoklatan.
7. Matikan api oven, keluarkan bika ambon, diamkan di suhu ruang hingga dingin, baru kemudian gunakan pisau kecil tajam, untuk membantu mengeluarkan bika ambon dari loyangnya.

Keterangan : untuk loyang kotak ukuran 20X20X7/10cm




Apa pun hasilnya, lulus euuy....

Wednesday, January 30, 2013

KBB#32: Rockin' Rolls

Untuk tantangan KBB ke 32 ini aku ngerjainnya baru di tanggal 29, ya 3 hari sebelum deadline. Baca surtjinnya aja dah mabok kok kayaknya panjaaaang. Tapi namanya juga tantangan, tetep harus ditaklukkan. Dan satu lagi, komitmen *uhuuy.* Hehee.... padahal klo lagi absen, kemana tuh yang namanya menaklukan tantangan dan komitmennya? *ngomong di depan kaca* Tapi bener lho, klo ga karena kbb kayaknya ga bakalan posting JRC, klo pun bikin... ga sampe nyangkut di blog.

Pas bikin udah deg2an aja, JRC ini bakalan jadi ga ya motifnya, bakalan pecah ga ya, dll. Ternyata klo udah bikin sih, ga seribet baca resepnya. Buatku kendala bikin JRC adalah, motif dan menggulungnya. Karena baru pertama bikin jadi motifnya standard banget. Kayaknya klo bikin berikutnya mending nunggu cakenya dingin, olesi cream (aku pake whipped cream), baru gulung. Kemarin itu karena buru-buru mau pergi, cakenya aku gulung. Pulangnya baru diisi... nah ini agak sulit karena kalo dibuka paksa, cakenya bisa pecah. Jadi aku isi secukupnya. Satu resep di bawah ini jadi 2 gulung, dengan loyang 18 dan 20. Catatan tambahanku, mending ambil adonan untuk motif secukupnya aja. Punyaku kemarin kebanyakan jadi ga terpakai. Dan untuk waktu pemanggangan kemarin ku-set 15 menit ternyata udah matang.
Lega tantangan sudah ditaklukkan walau belum maksimal. Kalo selama ini aku hanya kagum dengan jrc yang bertaburan di dunia maya, seneng akhirnya bisa ikutan mencoba. Alhamdulillah karena bermotif, anak-anak seneng banget. Jadi pas moto pun dah ditungguin. Segulung ludes dalam itungan menit:)
Japanese Roll Cake (JRC)
Resep adaptasi JUNKO Book
Modifikasi : Rachmah Setyawati
---------------------------------------------
Bahan-bahan :
Adonan I
4 butir kuning telur
40 gr gula pasir
40 cc minyak goreng
60 cc air
80 gr tepung terigu

Adonan untuk membuat motif :
60 gr putih telur
15 gr gula pasir
10 gr tepung maizena

Adonan II
160-175 gr putih telur
sedikit garam halus (0,5 gr)

50 gr gula pasir
1 sdt air jeruk nipis

15 gr tepung maizena
 
1 sdm  Pasta Blueberry /pewarna ungu tua

Filling :Fresh Cream dingin, non dairy, kocok hingga soft peak. Siap digunakan sebagai filling.

Cara Membuat :
1. Buat bahan adonan I , kocok kuning telur dan gula pasir hingga mengembang kental. Sambil terus dikocok speed sedang, tambahkan minyak goreng hingga habis, kocok terus hingga merata, lalu mulai tambahkan air sedikit demi sedikit sambil tetap dikocok speed sedang.
2. Setelah merata, sekarang masukkan ke dalamnya tepung terigu, sambil tetap dikocok speed sedang, kocok hingga merata dan kental. Sisihkan.
3. Sekarang buat adonan untuk MOTIF dulu. Kocok putih telur dan sebagian gula pasir hingga mengembang, tambahkan sedikit lagi hingga habis sisa gula pasirnya, sambil tetap dikocok speed sedang, kocok hingga mulai soft peak.Lalu masukkan tepung maizena ke dalamnya, kocok sebentar hingga tercampur merata kental/soft peak, jangan sampai hardpeak. Matikan mixer.
4. Ambil sebagian adonan I, kira2 5-6sdm , lalu masukkan ke dalam adonan bahan untuk membuat motif tadi, aduk ringan merata. Bagi menjadi 2 bagian. Bagian adonan MOTIF PERTAMA bagi lagi menjadi 3 , beri masing2 warna kuning muda, pink muda dan pink agak tua.
5. Siapkan 2 bh loyang ukuran 20X20X5cm . Siapkan kertas motif yang akan kita buat acuan, letakkan pd dasar loyang, lalu poles kertas ini dgn sedikit mentega di beberapa tempat. Setelahnya baru tutup kertas motif ini dengan kertas roti, selanjutnya tdk perlu dipoles, langsung bisa kita mulai membuat adonan motifnya. Ambil adonan motif warna pink muda tuangkan rapi pd motif love  dua atau tiga buah, baru kemudian ambil warna pink agak tua , tuangkan rapi pd motif love yg masih kosong.Begitu juga dgn motif bentuk polkadot besar dan kecilnya, warna bisa kita sesuaikan selera saja, bergantian antara pink muda, kuning muda dan pink agak tua.
6. Setelah tertuang rapi motifnya, Segera masukkan ke dlm freezer hingga adonan motif beku. Baru bisa ditimpa dengan adonan utama.
7. Untuk loyang kedua, terserah kita hendak berkreasi dengan motif apa saja, gunakan Bagian adonan MOTIF KEDUA, beri warna sesuai keinginan, bebas berkreasi. Lakukan step motif sama dgn sebelumnya.
8. Sambil menunggu adonan motif beku, buatlah adonan ke II (adonan utama)
Buat adonan II ; Kocok putih telur + sebagian gula pasir hingga mengembang, tambahkan sisa gula pasir, kocok lagi sebentar , lalu tambahkan air jeruk nipis, kocok speed sedang hingga soft peak. Kemudian tambahkan tepung maizena ke dalamnya.Kocok hingga merata dan kental/soft peak.
Gabungkan kedua adonan I & II.
Ambil sebagian adonan putih telur (adonan II), masukkan ke dlm adonan I, aduk ringan merata. Baru setelahnya tambahkan sisa semua adonan II, aduk ringan merata.
Bagi rata menjadi 2 bagian , yang pertama beri pasta blueberry/pewarna ungu, aduk rata , keluarkan loyang berisi adonan motif dari freezer, tuang adonan pasta blueberry ini di atas motif love tadi. Ratakan ringan saja bagian permukaan atasnya. Siap dioven.

Sementara adonan kedua, gunakan untuk menimpa adonan motif yg kita buat sesuai selera kita tadi, di loyang kedua.

Panaskan oven hingga panas cukup tinggi, sekitar 165-175 derajat Celcius, setelah selesai dituang semua adonan, segera masukkan oven , panggang selama kurang lebih 20-25 menit / hingga matang.
Setelah matang, keluarkan cake dari loyang, lepas kertas roti hati=hati, biarkan hingga dingin/uap panas hilang.

Saat cake sudah dingin. Poles bagian permukaan atas cake (bagian yg kecoklatan) dengan bahan filling agak tebal , lalu gulung rapi , bungkus rapat dgn kertas roti penggulungnya. Simpan sejenak di freezer hingga set/keras. Setelahnya barulah dapat dipotong2 dengan rapi dan cantik, siap dipacking/disajikan.

 
 

Monday, July 30, 2012

KBB#30: Rosemary-Cheese Spritz

KBB udah ditantangan ke 30 euuuy. Udah banyak suka duka dalam mengerjakan tantangan-tantangannya. Kadang ga tertarik, ternyata setelah di coba enyaak. Kadang susah bikinnya dan ga ada yang suka. Tapi buatku banyak manfaat yang bisa diambil dari tiap tantangan KBB. 

Tantangan KBB kali ini aku kerjakan lebih cepat *dikiit* karena bertepatan dengan saat mudik. Dari pada dibikin pas mudik ke kampung halaman, mending aku buat sebelum on vacation:)

Review: bikinnya relatif cepet, bahannya juga ga (terlalu) neko-neko. Saat bikin, serasa bernostalgia seperti bikin tantangan cheese cake, karena ada campuran aroma lemon dan keju. Rosemary dan palanya buatku ga begitu dominan, tapi cukup.


Rosemary-Cheese Spritz Cookies From Food Network Kitchens

Ingredients
1 cup (2 sticks) unsalted butter
1 teaspoon finely grated lemon zest
1 large egg yolk
6 tablespoons heavy cream
1 3/4 cups all-purpose flour
3/4 cup finely grated Pecorino cheese
1/2 cup finely grated Parmesan cheese
1 tablespoon sugar
2 teaspoons minced fresh rosemary leaves
1 teaspoons fine salt
Pinch freshly ground nutmeg

Special Equipment: Cookie Press


Directions
Bring all ingredients to room temperature.
Beat the butter and lemon zest with an electric mixer at medium speed until smooth, about 30 seconds. Slowly beat in the egg yolk and cream.
Whisk the flour, pecorino, 1/4 cup of the Parmesan, sugar, rosemary, salt, and nutmeg together in a bowl. Gradually add the flour mixture into the butter mixture while mixing slowly. Scrape down the sides of the bowl, then beat on medium speed to make a slightly sticky dough.
Fill the cookie press with the dough. Assemble the press with the desired disk shape (see cook's note), and press cookies onto ungreased baking sheets. Leave about one inch between cookies. Sprinkle with the remaining 1/4 cup Parmesan and refrigerate cookies for 20 minutes.

Preheat oven to 325 degrees F.
Bake cookies, rotating pan halfway through, until golden, the cheese browns a bit, and the cookies smell nutty, about 20 to 25 minutes. Briefly cool the cookies on the baking sheets, then transfer to racks to cool. Serve or store in a tightly sealed container for up to 1 month.

Cook's Notes: These freeze beautifully. Press the cookies out into desired shapes on cookie sheets and freeze. Transfer frozen cookies to a plastic bag, seal, and keep frozen for up to 1 month. When ready to bake, lay out frozen cookies on cookie trays and bake from frozen for 25 minutes.
Some disk shapes work better than others. Since this is savory cookie, we liked the cutters that result in a cracker shape cookie.



Monday, January 30, 2012

KBB#27: Fortune Cookies

Fortune Cookie
Source: http://chinesefood.about.com


Fortune cookies can be tricky to make - it's important to make sure that the cookie batter is spread out evenly on the baking sheet. Instead of using the back of a wooden spoon to spread the batter, it's better to gently tilt the baking sheet back and forth as needed. Wearing cotton gloves makes it easier to handle and shape the hot cookies. This fortune cookie recipe makes about 10 cookies.

Prep Time: 15 minutes

Cook Time: 15 minutes

Total Time: 30 minutes

fortune cookies
Ingredients:
2 large egg whites

1/2 teaspoon pure vanilla extract

1/2 teaspoon pure almond extract

3 tablespoons vegetable oil
8 tablespoons all-purpose flour
1 1/2 teaspoons cornstarch

1/4 teaspoon salt

8 tablespoons granulated sugar

3 teaspoons water



Preparation:
1. Write fortunes on pieces of paper that are 3 1/2 inches long and 1/2 inch wide. Preheat oven to 300 degrees Fahrenheit. Grease 2 9-X-13 inch baking sheets.

2. In a medium bowl, lightly beat the egg white, vanilla extract, almond extract and vegetable oil until frothy, but not stiff.

3. Sift the flour, cornstarch, salt and sugar into a separate bowl. Stir the water into the flour mixture.

4. Add the flour into the egg white mixture and stir until you have a smooth batter. The batter should not be runny, but should drop easily off a wooden spoon.
Note: if you want to dye the fortune cookies, add the food coloring at this point, stirring it into the batter. For example, I used 1/2 teaspoon green food coloring to make green fortune cookies.
5. Place level tablespoons of batter onto the cookie sheet, spacing them at least 3 inches apart. Gently tilt the baking sheet back and forth and from side to side so that each tablespoon of batter forms into a circle 4 inches in diameter.

6. Bake until the outer 1/2-inch of each cookie turns golden brown and they are easy to remove from the baking sheet with a spatula (14 - 15 minutes).

7. Working quickly, remove the cookie with a spatula and flip it over in your hand. Place a fortune in the middle of a cookie. To form the fortune cookie shape, fold the cookie in half, then gently pull the edges downward over the rim of a glass, wooden spoon or the edge of a muffin tin. Place the finished cookie in the cup of the muffin tin so that it keeps its shape. Continue with the rest of the cookies



Monday, November 28, 2011

KBB#26: Panettone


Seru memang bergabung di klub berani baking, tiap tantangan membawa ceritanya masing-masing. Ada senengnya dan ada ketar ketirnya (klo dikerjain mepet deadline seperti tantangan kali ini). Jadi awalnya aku pikir bahan udah ada semua dan bisa bikin sewaktu-waktu, ternyata pas mo bikin (tgl 27) ternyata ada bahan yang kurang. Kuundur satu hari dengan harap-harap cemas klo gagal bisa-bisa bahaya karena mepet banget ama deadline.
Akhirnya aku bikin tgl 28. Pas bikin juga agak ragu jadinya bakalan seperti cake atau roti, ya sudah diikutin aja instruksinya. Pas udah selesai ngulenin, sambil tunggu ngembang, aku tinggal ke spm deket rumah buat beli candied peel. Ternyata oh ternyata pas ke spm nemu panettone, harganya 10 dhs-an, untuk satu ukuran muffin cuman lebih mumbul. Karena penasaran seperti apa rasanya, aku beli tuh panettone. Ternyata saudara-saudara, teksturnya lebih ke roti dengan serat-seratnya yang besar dan keliatan banget (walau di gambar kemasannya lebih mirip cake). Dan isinya hanya raisin, ga ada currant apalagi candied peel. Hehehe.... coba ga jadi anggota KBB pasti ga kepikiran untuk nyobain panettone apalagi ngebakingnya:)


Kembali ke adonanku yang lagi nunggu ngembang, ternyata lha kok lebih mirip muffin daripada ruti. Akhirnya adonan itu pun kulempar ke frezzer, ga tega klo langsung dilempar ke tong sampah dan mulai lagi dari baru dengan semangat membuat roti *jiahh.* Semangat dikumpulkan kembali dan untuk yang kedua aku dah ga sabar klo musti ngulenin pake tangan, jadi aku ulenin pake hand mixer sampe kalis. Ternyata Alhamdulillah dengan menambahkan cairan yaitu susu kalislah adonan dan berserat seperti ruti..... yihaaa:) Bikin setengah resep jadi 3 loyang ramekin kecil yang tinggi. Si adik nyobain dan dia bilang, "I like it original, without lemon and raisins." Klo aku justru suka harumnya lemon dan buah-buahan kering di dalamnya. Alamat nih... udah ketahuan bakalan kemana tuh larinya panettone:)

panettone1


Sejarahnya adalah :
Roti Italia yang bersejarah, dihiasi dengan buah-buahan mungil bak permata seperti citrus dan raisin, pertama kali dibuat di Milan sekitar tahun 1490. Roti ini kemudian secara cepat menyebar ke seantero Italia, dari pegunungan Alpen di Utara, hingga ke Sisilia di Selatan. Cerita legenda yang populer adalah mengenai asal usul dari panettone.

Cerita yang paling populer adalah cerita tentang bangsawan muda yang jatuh cinta kepada seorang anak peremepuan dari seorang chef pastry bernama Toni. Untuk memberi kesan kepada ayah dari perempuan yang dia cintai, pemuda tersebut menyamar menjadi chef pastry junior yang sedang magang, yang lalu menciptakan roti berbentuk kubah (dome) yang manis dengan rasa khas. Roti rasa baru ini laku keras, orang berbondong-bondong antri di toko roti tersebut untuk membeli roti pan de Toni.

Di Milan, para pengusaha memiliki kebiasaan untuk memberikan roti panettone sebagai kado natal kepada klien-klien mereka. Namun, jauh sebelumnya, panettone dikenal sebagai makanan mewah, yang tidak semua orang mampu membelinya. Hingga pada suatu saat, tehnik-tehnik produksi baru bisa menekan biaya produksi sehingga membuat panettone bisa terjangkau semua orang. Sebuah proses yang mengkombinasikan ragi dengan paper mould akan membuat ragi merata di adonan roti sehingga menjadi roti yang sangat ringan. Saat ini panettone, dikenal di seluruh dunia dengan berbagai variasi, dengan diisi krim, ditutup dengan coklat dan icing almond. Roti ini dijual dalam kemasan cantik.

Panettone dapat dinikmati dengan seribu satu cara, dipotong tipis atau tebal, disiram dengan berbagai saus, diisi atau ditutup dengan krim. Sangat cocok sekali di toasted untuk sarapan pagi, dicelup ke susu dingin atau panas, hingga melunak. Panettone bukan hanya tradisi natal, tapi juga pelengkap yang lezat untuk hidangan yang nikmat.

Panettone (traditional Italian christmas bread)

Source: The Worldwide Gourmet

Bahan :

1 ½ cakes of fresh bakers yeast (ragi)

65 ml (1/4 cup) gula

6 tbsp air hangat

6 kuning telur

Lemon zest dari 1 buah lemon

Sejumput garam

500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu

100 ml (6 sdm) potongan candied peel

100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega

4 sdm sultana,
4 sdm currant (beri berian :P)
1 sdt vanilla


Cara Membuat :
Masukan 1 sdm gula dan ragi kedalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian mix dan istirahatkan ditempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit.

Masukan campuran tersebut kedalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula.
Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan.
Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.
Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket. Letakan adonan diatas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit.
Setelah adonan lebih lembut masukan kedalam wadah yang telah di olesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakan ditempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.

Kempiskan adonan, tambakan candied lemon peel, kismis dan currants kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata.
Taruh kertas roti yang telah di olesi butter dua sisinya dalam loyang besar, masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya.
Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang, Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter diatas adonan tersebut.
Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius (400 derajat F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 derajat celcius (350 derajat F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan krispy.
Angkat dari oven dan biarkan selama 15 menit kemudian keluarkan dari loyang.

panettone

Huhuuuy.... dapet juga logo lulus. Makasih duo host pink, buketupink Lina dan mbak Elsye untuk logo lulusnya:)

Thursday, September 29, 2011

KBB#25 Devonshire ‘Birthday Party’ Tea



Huhuuuuuy...... KBB berulang tahun yang ke 4. Ceritanya kita akan merayakan dengan minum teh bareng dan dengan teman spesial yaitu..... scone. Suiiitt....suitt. Bikin setengah resep jadi 6 scone yang mengembang, lembut dan ringan walau teteup ga selembut roti. Ada sensasi crunchy di gigitannya. Karena rasanya plain lebih nikmat klo dicocolin ama selai, krim atau madu. Gak sregnya cuman pada pemakaian baking powder yang banyak, diluar itu sih oke sekali karena bikinnya cepet dan bahannya mudah:)

scone2

Devonshire tea adalah sebuah sajian minum teh khas Inggris yang konon berasal dari daerahDevon, dimana scones disajikan bersama clotted cream dan selai. Clotted cream merupakan krim kental yang kandungan lemaknya sangat tinggi, sehingga tidak banyak dikonsumsi.

Scones berasal dari kata sconbrot, merupakan ‘roti’ khas Skotlandia yang pada akhirnya diadaptasi oleh masyarakat Inggris menjadi makanan khas Inggris yang pembuatannya hanya meliputi tiga bahan utama: tepung, mentega dan susu. Tekstur scones haruslah ringan, dan tidak berat dan tidak basah seperti brownies, dengan demikian baking powder banyak digunakan sebagai bahan pengembang.

Rasa scones bermacam-macam, namun secara tradisional, scones disajikan plain dan tidak memakai banyak gula. Selain itu, scones populer dipanggang bersama cincangan kurma, kismis, sultanas, atau currants.

Resep Scones:
Sumber: Edmonds Cookery Book, NZ.
Untuk 12 potong

3 cups tepung terigu
6 sdt baking powder
¼ sdt garam
75g mentega
1 - 11/2 cup susu segar
ekstra susu

Ayak tepung, baking powder, dan garam ke dalam mangkuk. Masukkan mentega dan remas hingga berbulir2 seperti remah roti. Tambahkan susu dan aduk cepat menggunakan pisau sampai adonan lembut. Gilas beberapa kali. Tabur tepung sedikit ke atas baking tray. Letakkan dan tekan-tekan adonan scones di atas baking tray. Iris 12 potongan yg sama. Sisakan jarak 2cm antara satu scones dengan yang lainnya. Olesi susu segar di atas scones. Panggang dengan oven 220C selama 10 menit atau hingga matang kecoklatan.


Date Scones
Tambahkan ¾ cup kurma cincang, 1 sdM gula dan ½ sdt bubuk kayu manis ke dalam tepung. Sebelum dipanggang, taburi scones dengan campuran bubuk kayu manis dan gula.

Sultana Scones
Tambahkan ¾ - 1 cup sultanas ke adonan tepung.


kbb#25: Scone

Sunday, July 31, 2011

KBB#24: Rich Chocolate Tart


Rich Chocolate Tart


Alhamdulillah, akhirnya bisa juga ngerjain tantangan dari surat tjintah no. 24. Sempet kepikiran mo absen dulu karena deadlinenya mefet banget dengan nyampeku di AD setelah mudik dari Indonesia selama sebulan.
Karena bahan dan pengerjaannya ga begitu ribet, rencananya mo aku kerjain tgl 30, hari aku nyampe di AD. Ternyata tgl 30 banyak yang mesti aku kerjain, bongkar koper, ke sekolah anak2 dan yang paling berat adalah jet lag. Rencana tinggallah rencana *curcol euyy*
Untungnya tgl 31, tugas bisa ditunaikan.... ehem... walau jadi bikin repot duo host mbak Ade dan mbak Rita. Mission accomplished, komitmen terjaga *halaah*:)
Untuk rasa, menurutku agak kemanisan, mungkin karena aku ga pake campuran dark chocolate yang tinggi kandungan cacao-nya. Tapi klo kata si adik, penggemar coklat,"coklatnya enak, cookiesnya crunchy." ^_^

KBB#24: Rich Chocolate Tart

Sumber: Best Food: Desserts. The Australian Women Weekly.
Untuk 10 porsi

Pastry
185g tepung terigu
25g coklat bubuk
55g icing sugar mixture
150g mentega dingin, cincang
2 kuning telur
1 sdt air dingin

Campur tepung, bubuk coklat, gula dan mentega di dalam mangkuk FP, lalu proses hingga tercampur rata. Masukkan kuning telur dan air, proses lagi hingga menggumpal. Uleni adonan hingga lembut. Tutup menggunakan plastik, dinginkan di kulkas selama 30 menit.

Panaskan oven, suhu sedang (moderate).

Giling adonan pastry hingga cukup lebar untuk memuat loyang tart bongkar pasang ukuran 24cm yang sudah diolesi mentega hingga ke sisi2nya. Letakkan pastry ke dalam loyang, tekan-tekan ke sisi-sisinya, lalu ratakan pinggirannya. Tutup, dinginkan di kulkas selama 30 menit.


Tutup pastry dengan baking paper, isi dengan kacang2an kering atau beras, letakkan di atas loyang oven. Panggang tanpa ditutup selama 15 menit. Keluarkan kertas dan kacang2an/beras, panggang lagi 10 menit hingga sedang kecoklatan. Dinginkan.


Chocolate Filling
4 kuning telur
2 butir telur
55g gula caster
80ml krim kental
300 DCC, lelehkan
1 sdt ekstrak vanilla

Buatlah pastry, lalu turunkan panas oven hingga suhu rendah (moderately slow).

Kocok kuning telur, telur dan gula caster di dalam mangkuk kecil dengan mixer hingga kental dan creamy. Masukkan krim, coklat dan ekstrak. Tuang adonan coklat ke dalam pastry yang sudah dipanggang. Panggang selama 30 menit atau hingga filling matang/set. Dinginkan selama 10 menit. Jika suka taburi dengan ekstra coklat bubuk, hidangkan.
Rich Chocolate Tart

Tuesday, May 31, 2011

KBB# 23: Cheesy Fun


Saat menerima surtjin dari host KBB#23.... cihuuuy bikin cheesecake euy. Aku suka banget cheesecake terutama cheese cakenya donut house di KSA. Tiap kesana selalu yang dibeli cheese cake. Polosan tapi uendang.
Pas baca bahan-bahannya.... mascarpone dan ricotta ... huaha. Kayaknya musti bikin pas tanggal muda nih:)) Jadi karena itulah laporan KBB kali ini aku setor lebih cepet, ga seperti biasanya yang mepet deadline...hohoho. Alhamdulillah untuk pembuatannya, ga begitu ribet. Cuman pas udah bikin baru tau kalo crust-nya harusnya didasar dan sekeliling loyang. Nah aku cuman bikin di dasarnya aja. Yaah.... karena terlanjur bikin mohon dimaafkeun.

Beberapa bahan yang aku skip adalah kayu manis, mixed spice dan apricot. Takutnya anak-anak ga suka. Ternyata walau ga pake bahan itu, krucil tetep ga suka karena ada sultananya. Hiaa... alamat nih. Untungnya suami suka dan sempet makan beberapa potong. Klo nggak lagi-lagi membahayakan stabilitas timbangan yang sudah siaga satu.
Bikin setengah resep di loyang springfrom 18, jadinya kurang tinggi dikit dibanding tinggi ciskek pada umumnya.
Untuk rasa oke ga begitu eneg dan ada rasa serta aroma lemon yang samar-samar. Teksturnya juga kokoh. Bagian yang paling kusuka adalah crust almondnya....hmm
Sisa mascarpone dan ricotanya kubikin tiramisu ternyata malah lebih laku tiramisunya. Cukup dua hari habis deh tiramisu, sedangkan ciskek sempet parkir di kulkas 1 minggu...hehe.

lemon cheesecake


lemon cheesecake


Lemon Cheesecake ,
Sumber: Successful Baking
Cheesecake ala Italian ini memiliki rasa citrusy yang enak sekali disantap dengan espresso kental.


Bahan-bahan :
Untuk 8-10 porsi

¼ cup port —– (*sejenis wine – bisa diganti)
¼ cup orange juice
75g sultanas
150g mascarpone
400g ricotta
125g gula kastor
2 btr telur, pisahkan kuning dan putihnya
3 buah lemon, parut kulitnya
60g tepung terigu
80g manisan apricot, iris tipis

Crust:
30g mentega tawar
185g kacang2an, haluskan
8 sdt gula kastor
4 sdt dark brown sugar
½ sdt bubuk kayu manis
¼ sdt bubuk mixed spice


Cara Buat:
Panaskan oven 170C. Siapkan loyang ukuran 23cm, olesi dasar dan sisi2 loyang dengan mentega leleh. Alasi dasar loyang dengan baking paper, lalu olesi mentega leleh.
Panasi port, orange juice, dan sultanas di dalam panci selama 5 menit. Angkat dari api, tutup dan biarkan selama 15 menit.

Crust: panaskan mentega hingga leleh, masukkan kacang2an, semua gula dan rempah-rempah; aduk rata. Letakkan di dasar dan sisi loyang, tekan-tekan supaya padat dan melekat.
Kocok mascarpone dan ricotta hingga lembut, lalu masukkan gula, kuning telur dan parutan kulit jeruk, lalu masukkan tepung, aduk hingga rata dan lembut. Masukkan campuran sultanas-port-orange juice dan apricots.

Kocok putih telur di dalam mangkuk yang bersih dan bebas lemak hingga soft peaks. Masukkan putih telur kocok ke dalam campuran keju. Tuang ke dalam loyang, ratakan permukaannya.
Letakkan loyang ke atas loyang oven/loyang biscuit (oven tray/baking tray), panggang selama 1 jam, atau hingga permukaan cheesecake set tengah2nya dan berwarna emas kecoklatan di sekelilingnya. Matikan oven. Biarkan cheesecake di dalam oven dengan pintu dibuka sedikit selama 50-60 menit.
Keluarkan cheesecake dari oven. Gunakan pisau tumpul secara perlahan ke sekeliling cheesecake, lalu biarkan hingga betul2 dingin. Keluarkan cheesecake dari loyang dan dinginkan dalam kulkas selama 2 jam sebelum disajikan.


Tips: olesi mentega leleh ke sekeliling loyang agak tebal sehingga crust kacang akan terbalut secara merata.


lemon cheesecake